Jurnal 2 PERBANDINGAN GSM DENGAN CDMA

Posted: November 22, 2010 in metode riset
Tag:

PERBANDINGAN GSM DENGAN CDMA

December 15, 2008


1.1. Latar Belakang

Semakin lama pola pikir konsumen berubah seiring perkembangan jaman. Konsumen yang dulunya hanya menggunakan alat komunikasi, disebut telepon, kini mulai beralih menggunakan telepon seluler. Telepon seluler mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan telepon rumah, yaitu bisa dibawa kemanapun kita pergi. Lambat laun telepon rumah mulai ditinggalkan konsumen sehingga perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi dapat mengambil peluang baru dari keinginan­-keinginan dan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.

Akibat kemajuan teknologi komunikasi dalam era globalisasi yang semakin nyata dirasakan pengaruhnya adalah semakin mudahnya pemenuhan kebutuhan manusia dalam hal berkomunikasi. Hal ini ditandai pula dengan persaingan yang semakin ketat dalam industri telekomunikasi, khususnya dalam industri telekomunikasi seluler prabayar yang dirasakan praktis dalam penggunaannya.

1.2. Rumusan Masalah

Dari 10,7 juta pelanggan telepon seluler di Indonesia yang tercatat tahun 2002, 98% merupakan pengguna system GSM dan selebihnya adalah pelanggan telepon seluler dengan teknologi AMPS, CDMA, GSM Satellite, dan teknologi seluler lainnya. Namun kehadiran teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) jelas mempunyai andil besar dalam menggairahkan bisnis telekomunikasi di tanah air saat ini. Setelah sebelumnya hiruk-pikuk persaingan bisnis telekomunikasi lebih banyak diwarnai sengitnya pertempuran antar operator Global System for Mobile Communication (GSM), kini persaingan yang ketat juga terjadi di segmen CDMA.

Perubahan-perubahan yang terjadi dengan amat cepat dan persaingan ketat dalam bisnis penyediaan jasa (operator) telepon seluler menuntut perusahaan yang ingin bertahan dan unggul dalam persaingan untuk menjual produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Perusahaan-perusahaan tersebut harus mengetahui apa yang konsumen harapkan dan sejauh mana perusahaan telah mampu memenuhinya. Agar dapat melayani kebutuhan mereka secara lebih fokus perlu dilakukan analisis segmentasi pasar dengan tepat. Perusahaan yang menjadi objek penelitian yang dilakukan di lingkup kota Bandung ini adalah operator seluler GSM prabayar Simpati, Mentari, XL Bebas, serta operator seluler CDMA Telkom Flexi. Pemilihan merek-merek tersebut di atas dilakukan atas dasar besarnya pangsa pasar yang mereka miliki dalam industri telekomunikasi seluler prabayar di Indonesia.

Perbedaan mendasar dari teknologi CDMA adalah sistem modulasinya. Modulasi CDMA merupakan kombinasi FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access). Pada teknologi FDMA, 1 kanal frekuensi melayani 1 sirkuit pada satu waktu, sedangkan pada TDMA, 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan cara slot waktu yang berbeda.

Berikut data teknis perbedaan antara teknologi AMPS, GSM dan CDMA.

AMPS GSM CDMA/IS-95
Akses jamak FDMA TDMA DS-CDMA
Modulasi FM GMSK QPSK
Bandwidth RF 30 kHz 200 kHz 1,25 MHz
Kanal / carrier RF 1 8 20 – 30
Frekuensi Uplink 824 – 849 MHz 890 – 915 MHz 824 – 849 Mhz
Frekuensi Downlink 869 – 894 MHz 935 – 960 Mhz 869 – 894 MHz

Pada CDMA beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu bersamaan dan frekuensi yang sama, dimana pembedaan satu dengan lainnya ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien. Kelebihan yang ditawarkan CDMA antara lain kualitas suara dan data, harga atau tarif yang lebih murah, investasi yang lebih kecil, dan keamanan dalam berkomunikasi (tidak mudah disadap).

Teknologi GSM dengan GPRS nya akan terlibas dengan content pada CDMA karena keterbatasan akan lebar data dan aplikasi multimedia pada teknologi GSM. Kelebihan teknologi berbasis GSM di Indonesia adalah coverage yanga luas dan roaming jelajah yang sangat luas baik dalam negeri bahkan seluruh dunia, sedangkan CDMA dengan telkomflexi masih sangat terbatas.

Ponsel CDMA ada dua jenis tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus diprogram oleh petugas operator yang bersangkutan, akan tetapi ada juga ponsel CDMA yang dilengkapi dengan RUIM (Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal dengan SIM Card.

Dari aspek teknologi baik GSM maupun CDMA merupakan standar teknologi seluler digital, hanya bedanya GSM dikembangkan oleh Negara-negara eropa dan bersifat ‘open source’, sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Yang perlu diperhatikan bahwa teknologi GSM dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda, sehingga perkembangan ke generasi 2,5G dan 3G berikutnya akan berbeda terus.

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

–          Untuk mengetahui atribut-atribut jasa layanan komunikasi seluler prabayar.

–          Mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk jasa layanan komunikasi seluler prabayar serta kesenjangannya.

–          Mengetahui perbandingan preferensi (penilaian) pelanggan terhadap produk-produk jasa layanan komunikasi seluler prabayar berbasis GSM dan CDMA.

–          Serta mengetahui segmentasi pasarnya.

1.4. Manfaat penelitian

1.   Bagi penulis

–          Merupakan latihan bagi penulis untuk mendefinisikan masalah, menganalisa situasi serta mangadakan penyelidikan dan penelitian yang bersifat formal.

–          Memperluas wawasan penulis terhadap fenomena yang terjadi dalam bidang pemasaran.

2.   Bagi perusahaan

–          Sebagai sumbangan informasi untuk mnyusun strategi perusahaan.

–          Sebagai bahan pertimbangan dalam mengantisipasi perkembangan permasalahan perusahaan di bidang pemasaran.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s