Penyebab kanker payudara

Posted: Mei 25, 2010 in pendidikan kewarganegaraan

Penyebab kanker payudara
Penyebab kanker payudara belum dapat ditentukan, namun terdapat beberapa factor risiko yang telah ditetapkan. Faktor penyebab yang terutama adalah keturuna/genetic. Selain itu juga faktor tidak menikah, tidak pernah hamil/melahirkan, abortus spontan sebelum kelahiran pertama, menarke (menstruasi pertama) di usia dini, menopause terlambat setelah 50 tahun, obesitas, terkenan radiasi.

Apabila sanak famili perempuan tingkat pertama (keluarga maternal atau paternal) menderita kanker payudara maka : 2-3 kali lebih besar keluarganya terkena kanker payudara. Bila ibu dan saudara perempuan atau 2 saudara perempuan terkena kanker payudara: 6 kali lebih besar terkena kanker payudara. Adanya kanker yang lain yaitu dengan kanker ovarium, risiko 3-4 kali lebih besar, dengan kanker endometrium,risiko 2 kali lebih besar, dengan kanker kolorektal, risiko 2 kali lebih besar.

Kanker payudara kebanyakan menyerang kelompok usia 40-70 tahun. Sebab-sebab keganasan masih belum jelas. Faktor resiko terjadinya kanker payudara antara lain adalah serangan virus, faktor lingkungan, faktor hormonal, dan faktor genetik.

Keganasan (kanker) dapat dibedakan menjadi :

1.Penyakit Paget :

Adalah keganasn sepanjang ductus (saluran) pada puting yang berasal dari kanker intraductural bagian dalam yang bergerak menuju ke atas. Sel-sel paget menginvasi epidermis puting, menimbulkan krusta, dan tampak seperti eksim. Kanker yang terlatak di bagian dalam mungkin tidak teraba.

2. Karsinoma inflamasi :

Adalah tumor yang tumbuh dengan cepat. Gejala-gejalanya mirip dengan infeksi payudara akut. Kulit menjadi merah, panas, edematosa dan nyeri. Karsinoma ini menginvasi kulit dan jaringan limfe. Karsinoma payudara bermetastasis dengan peyebaran langsung ke jaringan sekitarnya, dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah.

Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan di payudara. Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak, tetapi kadang dapat diraba benjolan ganas yang melekat pada jaringan di sekitarnya. Bila tumor telah besar, perlekatan lebih jelas. Konsistensi kelainan ganas biasanya keras. Selain itu dapat juga terasa sakit, keluar cairan berupa darah dari puting susu, timbulnya kelainan kulit di daerah payudara seperti kulit jeruk, adanya eksim, retraksi puting (puting masuk ke dalam), pembesaran kelenjar getah bening atau tanda-tanda penyebaran kanker yang jauh.

Solusi medis/umum

-Operasi
-Kemoterapi
– Radioterapi

Deteksi dan diagnosis kanker payudara :

  1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) : untuk melihat adanya keadaan tidak normal pada payudara sendiri.
  2. Riwayat medis : Mencari tahu tentang riwayat penyakit sebelumnya, yang mungkin berhubungan dengan kondisi medis saat ini.
  3. Pemeriksaan fisik : Dapat berupa pemeriksaan visual (penglihatan), dapat pula berupa palpasi (perabaan)
  4. Mamografi : mamografi dapat mendeteksi massa yang terlalu kecil untuk dapat diraba, dan dapat memberikan dugaan ada tidaknya sifat keganasan dari massa yang teraba.
  5. Biopsi : merupakan pemeriksaan histopatologik (jaringan) yang dapat berupa eksisional (seluruh massa diangkat) atau insisional (sebagian massa dibuang). Analisa mikroskopik dari spesimen menyatakan ada atau tidaknya keganasan.

Sumber : Buku Mahkota dewa Panglima Penakluk kanker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s