Asal usul nama kawasan di Jakarta

Posted: Mei 25, 2010 in pendidikan kewarganegaraan

Asal usul nama kawasan di Jakarta


“Jakarta” dulu itu asalnya bernama “Jayakarta”. Sekarang, kita liat asal nama kawasan2 yg ada di Jayakarta.

  • Matraman

Dulu merupakan tempat basisnya Sultan Agung dari kerajaan Mataram, yang mau menyerang Belanda di Batavia.Tempat tersebut dikenal dengan “mataraman”…. lama2 sebutan tersebut berubah jadi matraman.

  • Tanah Abang

Awalnya Tenabang. Ada juga yg bilang kalo dulunya tanah sekitar situ berwarna merah. Dalam bahasa Jawa, “abang” artinya merah.

  • Pademangan

Pademangan yang bersebelahan dengan Kemayoran adalah dua daerah yang dipimpin oleh Demang Betawi (pribumi) dan Mayor (Belanda).

  • Jalan Jaksa

Dulu daerah sana tempat nge-kost pelajar2 pribumi yg sekolah hukum Belanda.

  • Ciganjur

Ganjur merupakan sebutan pohon jati bagi orang sana dulunya.

  • Karet Tengsin

Dulunya adalah Perkebunan karet milik etnis China bernama Tieng Shin, karna orang pribumi susah nyebutnya jadi Tengsin aja.

  • Kuningan

Dulunya tempat menetapnya seorang Pangeran dari Cirebon bernama Pangeran Koeningan.

  • Glodok

Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air.
Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali ciliwung. Orang tionghoa dan keturunan tionghoa menyebut grojok sebagai “glodok” karena orang tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

  • Kwitang
    Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si Kwi Tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai kwitang.
  • Senayan
    Dulu daerah senayan adalah milik seseorang yang bernama Wangsanaya yang berasal dari Bali.
    Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan “wangsanayan” yang berarti tanah tempat tinggal atan tanah milik wangsanaya. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama wangsanayan menjadi senayan.
  • Menteng
    Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung “menteng”. Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut menteng.
  • Kebayoran
    Dulunya tanah Tuan Bayor Belanda. Ada juga yg bilang berasal dari kata “kebayuran”, yang artinya “tempat penimbunan kayu bayur”.. Kayu bayur yang sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatanya serta tahan terhadap rayap.
  • Jati

Betawi tempo doeloe banyak pohon jati, makanya sekarang banyak daerah yang menggunakan nama “jati”, kayak Jati Padang, Jati Pulo, Jati Waringin

  • Warung Buncit

Dulunya di situ ada warung kelontong milik orang China berperut buncit yg terkenal.

  • Bangka
    Dulunya disana banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yg dibuang di kali krukut.
  • Cilandak
    Konon di sana pernah ditemukan seekor landak raksasa…
  • Tegal Parang

Di sana dulu banyak ditemukan alang2 tinggi (tegalan) yg dipotong dengan parang (golok).

  • Blok A/M/S

Dulunya sekitar situ tempat pembukaan perumahan baru yg ditandai dgn blok, mulai blok A sampe blok S. Sekarang yg tersisa tinggal 3 blok.

  • Pasar Rumput

Asal mula penyebutannya Pasar Rumput berasal dari adanya para pedagang yang menjual rumput di kawasan ini. Para pedagang rumput terpaksa berjualan di lokasi ini karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke permukiman elit Menteng. Saat itu penghuni daerah Menteng banyak yang memakai sado (delman) sebagai sarana angkutan. Banyaknya sado yang keluar masuk lingkungan Menteng inilah yang menjadi incaran para penjual rumput. Untuk makanan kuda.

  • Kalimalang
    Karena kali/sungai yg mengalir di sepanjang jalan tersebut tidak mengarah ke laut (utara), tapi ke arah barat (silang/malang). Jadi dinamain kalimalang.
  • Lebak Bulus

Lebak artinya kolam/lembah, Bulus artinya kura2. Dinamain lebak bulus soalnya dulu di situ jadi sentral penjualan kura2 yg ditaro di kolam2. Ada juga yg bilang kawasan ini dulu kontur tanahnya tidak rata seperti lembah dan di dua sungai yang mengalir di daerah itu memang terdapat banyak sekali kura-kura.

  • Boplo
    Asalnya dari nama perusahaan kontraktor Belanda NV De Bouwploeg.
  • Kampung Ambon

Djaman doeloe JP Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon lalu merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan tentara. Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.

  • Sunda Kelapa

Sunda Kelapa merupakan sebutan sebuah pelabuhan di teluk Jakarta. Nama kelapa diambil dari berita yang terdapat dalam tulisan perjalanan Tome Pires pada tahun 1513 yang berjudul Suma Oriental. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa nama pelabuhan itu adalah Kelapa. Karena pada waktu itu wilayah ini berada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda maka kemudian pelabuhan ini disebut Sunda Kelapa.

  • Pondok Gede

Sekitar tahun 1775 daerah Pondok Gede merupakan lahan pertanian dan peternakan yang disebut onderneming. Di daerah pertanian dan peternakan milik tuan tanah bernama Johannes Hoojman yang kaya raya itu terdapat sebuah Landhuis, atau rumah besar tempat tinggal dan sekaligus tempat pengurus usaha pertanian dan peternakan. Karena besarnya bangunan Landhuis itu, masyarakat pribumi sering menyebutnya Pondok Gede (rumah besar).

  • Pasar Senen

Pasar Senen pertama kali dibangun oleh Justinus Vinck. Orang-orang Belanda menyebut pasar ini dengan sebutan Vinckpasser (pasar Vinck). Tetapi karena hari pada awalnya Vinckpasser dibuka hanya pada hari Senin, maka pasar itu disebut juga Pasar Senen.

  • Kebagusan
    Berasal dari nama seorang gadis jelita keturunan sultan Banten, Tubagus Letak Lenang. Setelah meninggal, dimakamkan di daerah itu. Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama ibu Bagus.
  • Ragunan
    Berasal dari Wiraguna, yaitu gelaran yang di sandang tuan tanah pertama kawasan tersebut berna Hendrik Lucaasz Cardeel, yang diperolhnya dari sultan banten Abunasar Abdul Qahar, putra Sultan Ageng Tirtayasa.
  • Paal Meriam

Sekitar tahun 1813, pasukan artileri meriam inggris yang akan menyerang batavia, mengambil daerah itu untuk meletakan meriam yang sudah siap ditembakan. Peristiwa tersebut sangat mengesankan bagi masyarakat sekitar dan menyebut nama daerah ini paal meriam (tempat meriam disiapkan).

  • Cawang
    Dulu, ketika belanda berkuasa, ada seorang letnan melayu yang mengabdi pada kompeni, bernama Ence Awang. Letnan ini bersama anak buahnya bermukim di kawasan yang tak jauh dari jatinegara. Lama kelamaan sebutan Ence Awang berubah menjadi Cawang.
  • Kali pasir

Dulu di pinggir kali Ciliwung banyak pasir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s