Tugas Kewarganegaraan ACFTA

Posted: April 6, 2010 in pendidikan kewarganegaraan

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas Ridho dan Rahmat-Nya tugas makalah ini dapat kami selesaikan. Kami harapkan mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan informasi dan menambah pengetahuan. Kami juga mohon maaf apabila didalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan, baik didalam pengetikan maupun kelengkapan isi makalah ini sendiri. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik untuk lebih menyempurnakan makalah ini.

BAB I

PENDAHULUAN

Beberapa bulan menjelang tutup tahun 2009, hampir setiap pelaku bisnis dan lembaga pemerintahan dilanda kepanikan yang luar biasa akan ancaman diberlakukannya ACFTA, yang kini telah menjadi kenyataan sejak awal 2010. Dikarenakan bangsa Indonesia atau Perindustrian di Indonesia tidak dapat bersaing dengan barang-barang yang di produksi oleh China oleh karena harga barang yang diperoduksi oleh china lebih murah. Maka itu akan terjadi deficit oleh industri yang berada di Indonesia bahkan diperparah lagi dengan penutupan industri besar-besaran di indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

Perdagangan bebas yang mulai diberlakukan 1 Januari 2010 itu akan memberikan dampak negatif bagi sejumlah industri dalam negeri. Diantaranya akan merugikan, sektor baja, tekstil, dan sepatu. Karena itu, pemerintah sedang berjuang menunda pelaksanaan ACFTA untuk sektor industri yang rentan itu. ACFTA ditandatangani oleh para pemimpin negara anggota ASEAN dan Cina saat KTT ASEAN di Kamboja, November 2002.

Persiapan menghadapi ACFTA ini semestinya dilakukan pemerintah sejak lama. Pemerintah harus sudah membangun kekuatan industri lokalnya. “Jangan kalau waktunya sudah mepet, baru ribut,” Hal ini mungkin erat kaitannya dengan kurang baiknya komunikasi antara pihak pemerintah dengan para pelaku industri di masa lalu, sehingga apa yang disepakati di tingkat atas, tidak sampai ke tingkat pelaku industri. Jika ACFTA itu tetap diberlakukan, harus ada tindakan bagi industri yang dinilai tidak mampu bersaing..

Dari sisi pemerintah ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi masalah ACFTA ini agar tidak semakin berlarut dan semakin bertambah gawat, yakni dengan cara:

–         Perkuat infrastruktur, dari mulai ketersediaan listrik, kawasan industri terpadu, jalan raya, jalur kereta api dan optimalisasi logistik melalui perbaikan dan pembangunan jalur kereta api, sehingga tercipta logistics infrastructure yang lebih efisien sekaligus efektif.

–         Pemberdayaan National Single Window secara lebih optimal termasuk kesiapan 24 jam pelabuhan dan pengurusan dokumen ekspor.

–         Pemangkasan prosedur birokrasi dan perundangan yang tidak perlu dan menganggu proses bisnis tanpa meninggalkan fungsi pengawasan.

–         Dukungan finansial, perpajakan, pengetahuan serta ketrampilan, dan kemudahan birokrasi bagi industri-industri dalam negeri terutama industri kecil dan menengah (SME).

–         Penghapusan pungutan dan tarif dalam negeri yang menganggu, premanisme di jalur-jalur perdagangan, pasar-pasar, pelabuhan dan berbagai jenis pungutan liar yang menganggu.

–         Fokus dan pengembangan pada industri pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan serta industri yang berlandaskan pada penggunaan tenaga kerja massal. Karena industri ini yang rentan terhadap perdagangan bebas, dan dapat membantu memperkuat ketahanan industri dalam negeri.

–         Perbaikan fungsi, sarana, prasarana, dan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional yang selama ini masih sangat tidak memuaskan sehingga menyebabkan orang lebih suka belajar dan mengambil beasiswa ke luar negeri termasuk menyebabkan banyak para pelajar berprestasi memutuskan tidak pulang dan bekerja di luar negeri.

Dari sisi pelaku bisnis sendiri ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi ACFTA:

–         Peningkatan skill dan pengetahuan sumber daya manusia sehingga lebih kompeten dalam menghadapi era perdagangan bebas

–         Meningkatkan efisiensi dan optimalisasi industri dalam negeri baik dengan perbaikan sistem seperti penerapan Supply Chain yang berbasis kepada SCOR 9.0, standarisasi industri yang mengacu kepada TUV dan SNI (Standar Nasional Indonesia), ISO, maupun perbaikan dan peningkatan alat-alat industri yang lebih modern dan efisien.

–         Peningkatan modal kerja, perbaikan model bisnis, valuasi nilai bisnis dan segala hal yang dapat memperbaiki kinerja perusahaan.

–         Fokus pada kekuatan yang memiliki daya saing, dan melepaskan bidang usaha yang tidak ada kaitannya dengan bidang usaha serta tidak memberikan nilai tambah bisnis.

–         Kerjasama dengan mendirikan konsorsium industri yang dapat saling mendukung dan membantu anggotanya baik dari sisi keahlian, kemudahan lobi bisnis dan hal-hal lain

–         Studi banding ke industri-industri kelas dunia yang dapat memberikan inspirasi peningkatan kinerja usaha, agar tidak tertinggal dalam persaingan internasional.

BAB III

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Persiapan menghadapi ACFTA ini semestinya dilakukan pemerintah sejak lama. Pemerintah harus sudah membangun kekuatan industri lokalnya. Lebih meningkatkan komunikasi antara pihak pemerintah dengan para pelaku industri di masa lalu, sehingga apa yang disepakati di tingkat atas, sampai ke tingkat pelaku industri.

B.   Saran

Bukan hanya dari pemerintah saja para pelaku industri pun harus sadar dan meningkatkan kemampuan dalam perusahaannya mulai sekarang juga karena dari negara-negara tetangga hanya kita saja yang belum siap. Dan kesalahan ini tidak ada di tangan siapa pun dan bukan saatnya lagi saling menyalahkan karena kita telah ada pada saat dimana perjanjian itu berlaku.

DAFTAR PUSTAKA

–         Koran Republika

–         http://www.google .com

–         http://www.wikipedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s