tugas ekonomi koperasi bab 1 (rangkuman)

Posted: November 20, 2009 in ekonomi koperasi

BAB 1 KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI KONSEP KOPERASI Munker dari Unirversity of Marburg, Jerman Barat membedakan konsep koperasi menjadi tiga: konsep koperasi barat, konsep koperasi sosialis dan konsep koperasi negara berkembang. 1. Konsep Koperasi Barat Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk sacara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. 2. Konsep Koperasi Sosialis Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. Menurut konsep ini koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis. 3. Konsep Koperasi Negara Berkembang Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya, dengan tujuan meningkatkan kondisi sosisl ekonomi anggotanya. LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI Perbedaan aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan faktor ideologi dan pandangan hidup (way of life) yang dianut oleh negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar ideologi negara-negara didunia ini dapat dikelompokkan menjadi 3, 1. Liberalisme / kapitalisme 2. Sosialisme 3. Tidak termasuk liberalisme maupun sosialisme Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian, dan aliran Koperasi Ideologi Sistem Perekonomian Aliran Koperasi Liberalisme / kapitalisme Sistem Ekonomi Bebas / Liberal Yardstick Komunisme / Sosialisme Sistem Ekonomi Sosialis Sosialis Tidak termasuk Liberalisme dan sosialisme Sistem Ekonomi Campuran Persemakmuran (Commonwealth) Secara umum aliran koperasi yang dianut oleh berbagai negara didunia dapat dikelompokkan berdasarkan peran gerakan koperasi dalam sistem perekonomian dan hubungannya dengan pemerintah. Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran, 1. Aliran Yardstick Aliran ini dapat dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut sistem perekonomian liberal. Koperasi berperan sebagai alat pengukur, penyeimbang, penetral dan pengoreksi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem ekonomi liberal (kapitalisme). Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat netral, pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi ditengah-tengah masyarakat. Pengaruh aliran ini cukup kuat terutama dinegara-negara barat seperti Amerika Serikat, Prancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dan lain-lain. 2. Aliran Sosialis Menurut aliran ini, koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Koperasi berperan sebagai alat dalam mencapai masyarakat yang sosialis yang bercorak kolektif. Koperasi merupakan alat pemerintah dan menjadi bawahan pemerintah. Dengan demikian, koperasi tidak mempunyai otonomi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai dinegara-negara Eropa Timur dan Rusia. 3. Aliran Persemakmuran (Commonwealth) Koperasi dipandang sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Menurut aliran ini, organisasi ekonomi sistem kapitalis masih tetap dibiarkan berjalan akan tetapi tidak menjadi sokoguru perekonomian. Koperasi berperan untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang adil dan merata dimana koperasi memegang peranan yang utama dalam struktur perekonomian masyarakat. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat ”kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab untuk ikut mengembangkan koperasi ditengah-tengah masyarakat dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik. Dalam tulisannya diharian KOMPAS (8 Agustus 1984) yang berjudul ”Kemakmuran Masyarakat Berasaskan Koperasi”, E.D.Damanik membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :  Cooperative Commonwealth School Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.  School of Modifiet Capitalism (School of Competitive Yardstick) Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis. Disini koperasi harus mampu bersaing dipasar.  The Socialist School Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai bagian dari system sosialis.  Cooperative Sector School Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai suatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada diantara kapitalis dengan sosialis. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu dikota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada tahun 1951, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mandirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah. Pada 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha dibidang transportasi, perbankan, dan suransi. Pada tahu 1870 koperasi tersebut juga membuka usaha dibidang penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News. Pada tahun 1883, dibentuklah The Women’s Cooperative Guild dengan memulai kegiatannya dibidang pendidikan dangan menyediakan tempat membaca surat kabar dan perpustakaan. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative C`ollege di Manchester yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama. Koperasi juga berkembang di Jerman yang di pelopori oleh Ferdinan Lasalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888) dan Herman Schulze (1808-1883) di Denmark dan sebagainya. Pada tahun 1896, di London terbentuklah International Cooperative Alliance (ICA-Persatuan Koperasi internasional) dalam kongres Koperasi Internasional. Dengan terbentuknya ICA, maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA Menurut Sukuco dalam bukunya ”Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”, badan hukum koperasi pertama di Indonesia adalah sebuh koperasi di Leuwiliang, yang didirikan pada tanggal 16 Desember 1895, oleh Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto, bersama kawan-kawan telah mendirikan Bank Simpan-Pinjam untuk menolong sejawatnya para pegawai negeri pribumi. Pada tahun 1896 berdirilah ”De Poerwokertosche Hulp, Spaar en Landbouw Creditbank” atau Bank Simpan Pinjam dan Kredit Pertanian Purwokerto. Dari uraian diatas jelaslah bahwa Patih Wiriaatmadja telah mendirikan ”De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” alias ”bank priyayi” pada tahun 1895. Kemudian pada tahun 1896, atas prakasa the Wolf van Westerrode berdirilah ” De Poerwokertosche Hulp, Spaar en Landbouw Creditbank” beserta lumbung-lumbung Desa”-nya. Perlu diingat bahwa Indonesia baru mengenal perundang-undangan koperasi pada tahun 1915, yaitu dengan di terbitkannya ” Verordening op de Cooperative Vereninging”, Kononklijk besluit 7 April 1915, Indisch Staatsbland No.431. REFERENSI : Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, 2001, Koperasi, Teori dan Praktek, Penerbit Erlangga, Jakarta Soal Pilihan Ganda !! 1. Koperasi Rochdale yang didirikan di Inggris termasuk jenis koperasi : a. Jas b. Produksi c. Konsumsi d. Simpan Pinjam 2. Pendiri koperasi diIndonesia adalah : a. Dr. H. Moh. Hatta b. Raden N. Ariawiriaatmadja c. Friedrich W. Raiffesen d. Halomoan Tamba 3. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat netral, artinya : a. Pemerintah bertanggung jawab untuk ikut mengembangkan koperasi b. Pemerintah bebas melakukan apapun pada koperasi c. Pemerintah hanya membentuk koperasi tapi tidak mengembangkannya d. Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi 4. School of Modifiet Capitalism (School of Competitive Yardstick) adalah suatu paham yang menganggap koperasi sebagai : a. Suatu bentuk kapitalisme yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis b. Suatu bentuk kapitalisme yang menuju pada penambahan dampak negatif dari kapitalis c. Suatu bentuk kapitalisme yang menuju pada penyeimbangan dampak negatif dari kapitalis d. Suatu bentuk kapitalisme yang menuju pada pengurangan dampak positif dari kapitalis 5. Lumbung desa adalah lembaga simpan-pinjam yang digunakan para petani dalam bentuk bukan uang tetapi simpan padi-pinjam uang atau biasa di sebut : a. In-natura b. In-natural c. In-naturslim d. Internal 6. Konsep apakah yang digunakan oleh WPD de Wolf van westerode untuk menyediakan kredit untuk para petani : a. Konsep koperasi Barat b. Konsep koperasi Raiffeisen c. Konsep Koperasi Sosialis d. Konsep Koperasi Negara Berkembang 7. Setiap tanggal berapakah hari koperasi diperingati : a. 12 Januari b. 12 Juni c. 12 Juli d. 12 Agustus 8. Koperasi adalah badan perusahaan yang beranggotakan orang-orang atau badan usaha koperasi dengan landasan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berikut merupakan devinisi dari : a. UUD No. 21 tahun 1992 b UUD No. 25 tahun 1992 c. UUD No. 12 tahun 1992 d. UUD No. 52 tahun 1992 9. Suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal disebut dengan : a. Fakanteres b. Commonwealth c. In-natura d. The Socialist School 10. Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi. Berikut adalah isi dari pidato yang di katakan oleh seseorang perwakilan dari Indonesia yang bernama : a. R. Aria Wiria Atmadja b. Budi Utomo c. M. Hatta d. Raden N. Ariawiriaatmadja Kunci Jawaban !! 1. c. Konsumsi 2. b. Raden N. Ariawiriaatmadja 3. d. Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi 4. a. Suatu bentuk kapitalisme yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis 5. a. In-natura 6. d. Konsep koperasi Raiffeisen 7. c. 12 Juli 8. b UUD No. 25 tahun 1992 9. a. Fakanteres 10. c. M. Hatta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s