<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Iyor&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://iyor.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iyor.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 07:02:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iyor.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Iyor&#039;s Blog</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iyor.wordpress.com/osd.xml" title="Iyor&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iyor.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TUGAS 2 SOFTSKILL ETIKA BISNIS</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2012/01/10/tugas-2-softskill-etika-bisnis/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2012/01/10/tugas-2-softskill-etika-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 07:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[TUGAS 2 SOFTSKILL ETIKA BISNIS Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 4EA11 1. Macam Norma : Norma Khusus Norma Umum Norma Sopan santun Norma Hukum Norma Moral Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=600&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">TUGAS 2 SOFTSKILL ETIKA BISNIS</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 4EA11</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">1. Macam Norma :</span></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Norma Khusus</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Norma Umum</span></li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Norma Sopan santun</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Norma Hukum</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Norma Moral</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<strong><span style="color:#008000;"> 2. Secara umum dibagi menjadi 4,</span></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Etika Teleologi , dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Deontologi, Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Teori Hak, Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Teori Keutamaan (Virtue), memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">3. – Etika Teleologi, Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.</span></strong><br />
<strong><span style="color:#008000;"> – Etika Deontologi. Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :</span></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajibaN</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Prinsip-prinsip Etika Bisnis</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">1. Prinsip otonomi</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Orang yang otonom adalah orang yang bebas mengambil keputusan dan tindakan serta bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya tersebut</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">2. Prinsip Kejujuran</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">3. Prinsip Keadilan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">4. Prinsip Saling Menguntungkan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah melahirkan suatu win-win solution</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">5. Prinsip Integritas Moral</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaan.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Etos Bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Inti etos ini adalah pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang juga membedakannya dari perusahaan yang lain.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Etos bisnis dibangun atas dasar visi atau filsafat bisnis pendiri perusahaan sebagai penghayatan tentang bisnis yang baik</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<strong><span style="color:#008000;"> 4. Stakeholders</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Stakeholders adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun luar perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan perusahaan. Stakeholdersbisa berarti pula setiap orang yang mempertaruhkan hidupnya pada perusahaan.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Kelompok stakeholders:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Owner, merupakan seorang entrepreneur atau lebih yang menghasilkansuatu ide tentang suatu produk atau layanan. Seorang entrepreneur selalu bersikapkritis dalam membangun suatu bisnis baru karena mereka membuat prduk baruyang berdasarkan selera konsumen.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Creditors, suatu institusi yang menyediakan dana untuk kemudikan dipinjamkan kepada suatu perusahaan yang membutuhkan.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Employees, merupakan sebagian orang yang mengatur secara langsung dari suatu perusahaan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Suppliers, merupakan salah satu stakeholders yang cukup penting peranannya.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Customers, Suatu perusahaan tidak akan bertahan lama tanpa ada seorang customer, customer merupakan target dari suatu perusahaan untuk menjualkan hasil produksinya.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Stakeholders Internal: pemegang saham, Manajemen dan Top Executive, karyawan, keluarga karyawan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Stakeholders External: konsumen, penyalur, pemasok, Bank, pemerintah,pesaing, kominitas, pers.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<strong><span style="color:#008000;"> 5. Utilitarianisme</span></strong><br />
<span style="color:#008000;"> berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Nilai Positif Etika Utilitarianisme</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Pertama, Rasionalitas.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Ketiga, Universalitas.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Kelemahan Etika Utilitarisme</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dg akibatnya.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">6. Syarat Bagi Tanggung jawab moral</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">2. Anggapan bahwa perusahaan tidak punya tanggung jawab moral sama saja dengan mengatakan bahwa kegiatan perusahaan bukanlah kegiatan yang dijalankan oleh manusia</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Tanggung jawab moral perusahaan dijalankan oleh staf manajemen</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tanggung jawab legal tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> 3. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Terbatasnya Sumber Daya Alam</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Lingkungan Sosial yang Lebih Baik</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Perimbangan tanggung jawab dan Kekuasaan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Keuntungan Jangka Panjang</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> 4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Biaya Keterlibatan Sosial</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<strong><span style="color:#008000;"> 7. PAHAM TRADISIONAL DALAM BISNIS</span></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Keadilan Legal</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Keadilan Komutatif</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Keadilan Distributif</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Keadilan Legal, Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Keadilan Komutatif, Mengatur hubungan yg adil atau fair antara orang yg satu dg yg lain atau warga negara satu dg warga negara lainnya. Dlm bisnis, keadilan komutatif disebut sbg keadilan tukar. Dengan kata lain keadilan komutatif menyangkut pertukaran yg fair antara pihak-pihak yg terlibat.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Keadilan Distributif, Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adl distribusi ekonomi yg merata atau yg dianggap merata bagi semua warga negara. Menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil pembangunan.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">8. MACAM-MACAM HAK PEKERJA</span></strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#008000;"> Hak Atas Pekerjaan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Hak atas pekerjaan merupakan hak azasi manusia,karena.:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja adalah aktifitas tubuh dan karena itu tidak bisa dilepaskan atau difikirkan lepas dari tubuh manusia.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Kerja merupakan perwujudan diri manusia, melalui kerja manusia merealisasikan dirinya sebagai manusia dan sekaligus membangun hidup dan lingkungannya yang lebih manusiawi. Maka melalui kerja manusia menjadi manusia, melalui kerja mamnusia menentukan hidupnya sendiri sebagai manusia yang mandiri.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Hak atas kerja juga merupakan salah satu hak asasi manusia karena kerja berkaitan dengan hak atas hidup, bahkan hak atas hidup yang layak.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Hak atas pekerjaan ini tercantum dalam undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 2 yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">9. WHISTLE BLOWING</span></strong><br />
<span style="color:#008000;"> Whistle blowing adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan yang lebih tinggi atau masyarakat luas. Rahasia perusahaan adalah sesuatu yang konfidensial dan memang harus dirahasiakan, dan pada umumnya tidak menyangkut efek yang merugikan apa pun bagi pihak lain, entah itu masyarakat atau perusahaan lain. Whistle blowing umumnya menyangkut kecurangan tertentu yang merugikan baik perusahaan sendiri maupun pihak lain, dan kalau dibongkar memang akan mempunyai dampak yang merugikan perusahaan, paling kurang merusak nama baik perusahaan tersebut.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Contoh whistle blowing adalah tindakan seorang karyawan yang melaporkan penyimpangan keuangan perusahaan. Penyimpangan ini dilaporkan pada pihak direksi atau komisaris. Atau kecurangan perusahaan yang membuang limbah industri ke sungai.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Ada dua macam whistle blowing :</span><br />
<span style="color:#008000;"> – Whistle blowing internal</span><br />
<span style="color:#008000;"> – Whistle blowing eksternal</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<strong><span style="color:#008000;"> 10. Kontrak Dianggap Baik Dan Adil :</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang mereka sepakat</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tidak ada pihak yang memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat-syarat kontrak</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tidak ada pemaksaan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tidak mengikat untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Perangkat pengendali Untuk menjamin Kedua pihak:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Aturan moral dalam hati sanubari</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Aturan hukum yang memberikan sanksi</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Kedua perangkat tersebut diberlakukan karena dua alasan:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Posisi konsumen yang lebih lemah,terutam untuk pasar monopolistis</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Konsumen membiayai produsen dalam penyediaan kebutuhan</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Kewajiban Produsen</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Memenuhi ketentuan yang melekat pada produk</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Menyingkapkan semua informasi</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang diwarkan</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Pertimbangan Gerakan Konsumen</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Produk yang semakin banyak dan rumit</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Terspesialisasinya jenis jasa</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Pengaruh iklan terhadap kehidupan konsumen</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Keamanan produk yang tidak diperhatikan</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Posisi konsumen yang lemah</span></li>
<li></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;"> 11. kewajiban produsen dan pertimbangan gerakan konsumen.</span></strong><br />
<span style="color:#008000;"> Masyarakat modern adalah masyarakat pasar atau masyarakat bisnis atau juga disebut sebagai masyarakat konsumen. Alasannya tentu jelas, semua orang dalam satu atau lain bentuk tanpa terkecuali adalah konsumen dari salah satu barang yang diperoleh melalui kegiatan bisnis. Semua manusia adalah konsumen, termasuk pelaku bisnis atau produsen sendiri. Karena itu, tidak berlebihan kalau bisnis adalah bagian integral dari masyarakat modern, dan mempengaruhi manusia baik secara positif maupun secara negative. Bisnis ikut menentukan baik buruknya dan maju tidaknya kebudayaan manusia pada abad modern ini.</span><br />
<span style="color:#008000;"> 1. Hubungan Produsen dan Konsumen</span><br />
<span style="color:#008000;"> Pada umumnya konsumen dianggap mempunyai ahak tertentu yang wajib dipenuhi oleh produsen, yang disebut sebagai hak kontraktual. Hak kontraktual adalah hak yang timbul dan dimiliki seseorang ketika ia memasuki suatu persetujuan atau kontrak dengan pihak lain. Maka, hak ini hanya terwujud dan mengikat orang-orang tertentu, yaitu orang-orang yang mengadakan persetujuan atau kontrak satu dengan yang lainnya. Hak ini tergantung dan diatur oleh aturan yang ada dalam masing-masing masyarakat.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Ada beberapa aturan yang perlu dipenuhi dalam sebuah kontrak yang dianggap baik dan adil, yang menjadi dasar bagi hak kontraktual setiap pihak dalam suatu kontrak.</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang mereka sepakati. Termasuk disini, setiap pihak harus tahu hak dan kewajibann, apa konsekuensi dari persetujuan atau kontrak itu, angka waktu dan lingkup kontrak itu dan sebagainya.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tidak ada pihak yang secara sengajamemberian fakta yang salah atau memsukan fakta tentang kondisi dan syarat-syarat kontrak untuk pihak yang lain. Semua informasi yang relevan untuk diketahui oleh pihak lain</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Tidak boleh ada pihak yag dipaksa untuk melakukan kontrak atau persetujuan itu. Kontrak atau persetujuan yang dilakukan dalamkeadaa terpaksa dandipaksa harus batal demi hukum.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Kontrakjuga tidak mengikat bagi pihak mana pun untuktindakan yang bertentangan dengan moralitas.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Hubungan antara produsen dan konsumen adalah hubungan kontraktual karena hubungan jual didasarkan pada kontrak tertentu diantara produsen dan konsumen,maka hubungan tersebut merupakanhubungann kontraktual. Karena itu, aturan atau ketentuan di atas harus juga beraku untuk produsen dan konsumen tersebut. Karena itu, masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama-sama harus dipenuhi.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Adanya hak pada konsumen atas dasar bahwa interaksi bisnis adalah interaksi manusia lebih berlaku lagi dalam transaksi bisnis antara penyaluR dan konsumen atau pelanggan. Dalam transaksiini jelas terlihat bahwa transaksi tersebut adalahh suatubentuk interaksimanusia. Karenaitu,kendati penyalur hanyamenjadi perantara antara produsen dankonsumen,mereka juga mempunyai tanggung jawabdan kewajiban moral untuk mmemperhatikan hak dan kepentingan konsumen yng dilayaninya.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Atas dasar ini,sebagaimana halnya dalam inteeraksi social mana pun, demi menjamin hak masing-masing pihak dibutuhkan dua perangkat pengendali atau aturan.</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Ada aturan moral yang tertanam dalamhati sanubari masing-masing orang dan seluruh masyarakat yang akan berfungsi mengendalikan dan memaksa dari dalan baik produsen mauoun konsumen untuk menghargai atau tidak merugikan hak dan kepentingan masing-masing pihak.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Perlu ada aturan hukum yyang dengan sanksi dan hukumannya akan seara efektif mengendalikan dan memksa setiap pihakuntuk menghormati atau paling kurang tidak merugikan hak dan kepentingan masing-masing pihak.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Kedua perangkat pengendali ini terutama tertuju pada produsen dalam hubungan nya dengan konsumen, paling kurang karena dua alasan berikut</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Dalam hubungan antara konsumen atau pelanggan disuatu pihak dan pemasok, produsen dan penyalur barang atau jasa tertentu dipihak lain, konsumen atau pelanggan terutama berada pada posisi lemah dan rentan untuk dirugikan.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Dalam kerangka bisnis sebuah proesi, konsumen sesungguhnya membayar produsen untuk menyediakn barang kebutuhn hiduonya secara profesional.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> 2.Gerakan Konsumen</span><br />
<span style="color:#008000;"> Kewajiban produsen dan konsumen disatu pihak dan hak konsumen dipihak lain, sebagaimana dipaparkan diatas, jauh lebiih mudah untuk dikatakan daripada dilaksanakan karena alasan-alasan berikut</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Kendati banyak produsen punya hati ems dan punya kesadaran moraltinggi, hati dan kesadaran moralnya itu sering dibungkam oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan atau uang dalam waktu singkat daripada memperdulikan hak konsumen.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Dinegara berkembang, para produsen lebih dilindungi oleh pemerintah karena mereka dianggap punya jasa besar dalam menopang perekonomian Negara tersebut.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Salah satu syarat bagi terpenuhi dan terjaminnya hak-hak konsumen adalah perlunya pasar dibuka dan dibebaskan bagi semua pelaku ekonomii, termasuuk bagi produsen dan konsumen untuk keluar masuk pasar.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Gerakan konsumen lahir karena beberapa pertimbangan sebagai berikut :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"> Produk yang semakin banyak disatu pihak menguntungkan konsumen, karena mereka punya pilihan bebas yang terbuka, namun dipihak lain jugamembuat mereka menjadi rumit.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Jasa kini semakin terspesialisasi sehingga menyulitkan konsumen untuk memutuskan mana yang memang benar-benar dibutuhkannya.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Pengaruh iklan yang merasuki setiap menit dan segi kehidupan manusia modern melalui berbagai media massa dan media informasi lainnya, membawa pengaruh yang besar bagi kehidupann konsumen.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Kenyataan menunjukkan bahwa keamanan produk jarang sekali diperhaatikannn secara serius oleh produsen.</span></li>
<li><span style="color:#008000;"> Dalam hubungan jual beli yang didasarkan pada kontrak, konsumen lebih berada pada posisi yang lemah.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Hingga sekarang, lembaga konsumen lebih merupakan sebuah gerakan swadaya masyarakat, dan karena itu, hampir tidak pernah dibiayyai oleh pemerintah, bahkan sering bersberangan dengan pemerintah. Dalam situasi semacam itu, danamenjadi persoalan besar. Tentu saja, dana juga tidak menjadi persoalan seandainya konsumen mau membayar informasi yang sangat dibutuhkannya tentang berbagai produkkepada lembaga ini. Artinya, lembaga ini melakukan penelitian dan mengumpulkan berbagai informasi yang akurat dan semua konsumen yang mengkonsumsi informasi yang diminta unutk membayar informasi itu demi menutup kembali biaya yang telah dikeluarkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>12. fungsi iklan sebagai pemberi informasi dan sebagai pembentuk opini.</strong></span><br />
<span style="color:#008000;"> iklan memiliki peran ganda. Bagi produsen ia tidak hanya sebagai media informasi yang menjembatani produsen dengan konsumen, tetapi juga bagi konsumen iklan adalah cara untuk membangun citra atau kepercayaan terhadap dirinya. Produk itu sendiri sebenarnya tidak dapat diwakili hanya dengan menampilkan beberapa menit adegan atau percakapan singkat dalam layar televisi, atau melalui sekian baris kata-kata indah dalam surat kabar atau majalah, ataupun gambar wanita sensual yang mengundang perhatian para pria.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Sehebat-hebatnya iklan yang dikemas dalam ide yang muktahir, ia tidak akan pernah mewakili kualitas produk yang dipasarkan. Jika iklan terlalu diperindah lebih daripada isinya, kemungkinan ia menipu. Jika proses penipuan dilakukan secara terus terang dan meningkat, maka lambat laun ia akan menghancurkan jaringan kemitraan. Kunci keberhasilan iklan terletak pada cara memahami sikap pendengar atau pemirsa agar mereka dapat memahami gambaran produk secara jelas dan mereka dapat mengambil keputusan secara arif.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Bagaimana seharusnya produsen dan konsumen memahami fungsi iklan dengan baik? Sonny Keraf membagi fungsi iklan dalam dua hal yaitu: (1) iklan sebagai pemberi informasi; dan (2) iklan sebagai pembentuk pendapat umum.</span><br />
<span style="color:#008000;"> Iklan sebagai pemberi informasi sudah disinggung pada bagian awal. Iklan sebagai pembentuk pendapat umum dipakai oleh propagandis sebagai cara untuk mempengaruhi opini publik. Dalam hal ini, iklan bertujuan untuk menciptakan rasa ingin tahu atau penasaran untuk memiliki atau membeli produk. Fungsi yang pertama dan kedua memiliki cara kerja yang kuat secara psikologis bagi calon konsumen. Jika sudah terbentuk dalam pola pikir yang melekat, maka ia akan membahayakan konsumen yang hanya tertarik pada alat-alat promosi.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sumber.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><a href="http://rizkiwibawa.wordpress.com/"><span style="color:#008000;">http://rizkiwibawa.wordpress.com</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><a href="http://imasamiliah.blogspot.com/"><span style="color:#008000;">http://imasamiliah.blogspot.com</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><a href="http://annie-ocktaviani.blogspot.com/"><span style="color:#008000;">http://annie-ocktaviani.blogspot.coM</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=600&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2012/01/10/tugas-2-softskill-etika-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulisan Softskill : Makanan Sehat Untuk Asam Urat dan Makanan Yang Dapat Menyebabkan Asam Urat</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2012/01/09/tulisan-softskill-makanan-sehat-untuk-asam-urat-dan-makanan-yang-dapat-menyebabkan-asam-urat/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2012/01/09/tulisan-softskill-makanan-sehat-untuk-asam-urat-dan-makanan-yang-dapat-menyebabkan-asam-urat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 15:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[MAKANAN SEHAT UNTUK ASAM URAT DAN MAKANAN YANG DAPAT MENYEBABKAN ASAM URAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[MAKANAN SEHAT UNTUK ASAM URAT DAN MAKANAN YANG DAPAT MENYEBABKAN ASAM URAT Seringkali setiap kali ada rasa ngilu di sendi, langsung dianggap asam urat, ini rupanya sudah menjadi semacam mitos dalam masyarakat, lebih lebih lagi keadaan ini diperkuat dengan adanya iklan dari pabrik jamu atau obat tradisional. Tidak semua nyeri sendi atau sendi bengkak itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=589&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;">MAKANAN SEHAT UNTUK ASAM URAT DAN MAKANAN YANG DAPAT MENYEBABKAN ASAM URAT</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Seringkali setiap kali ada rasa ngilu di sendi, langsung dianggap asam urat, ini rupanya sudah menjadi semacam mitos dalam masyarakat, lebih lebih lagi keadaan ini diperkuat dengan adanya iklan dari pabrik jamu atau obat tradisional. Tidak semua nyeri sendi atau sendi bengkak itu asam urat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"> Asam urat sebenarnya merupakan zat buangan metabolisme purin dalam tubuh yang kemudian dibuang melalui urin. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah akan menyebar ke dalam rongga-rongga sendi sehingga mengakibatkan peradangan akut/terjadi gout. Serangan pertama gout pada umumnya berupa serangan akut yang terjadi pada sendi ibu jari kaki. Namun dapat juga menyerang sendi lain, seperti pada tumit, lutut dan siku. Serangan gout umumnya terjadi secara mendadak (kebanyakan menyerang pada malam hari). Sendi-sendi yang terserang tampak merah, mengilat, bengkak, kulit di atasnya terasa panas disertai rasa nyeri yang hebat, dan persendian sulit digerakkan. Biasanya, serangan akut gout berkaitan dengan konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi. Apabila penyakitnya telah menahun/kronis dapat timbul tofus yaitu benjolan-benjolan yang berisi cairan putih yang mengandung kristal asam urat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Kadar normal asam urat dalam darah untuk laki-laki adalah 3,4 – 7 mg/dl. Kadar normal asam urat dalam darah untuk wanita adalah 2,4 – 6 mg/dl. Seseorang dikatakan menderita asam urat tinggi bila pemeriksaan menunjukan kadar asam urat di atas 7 mg/dl untuk pria dan lebih dari 6 mg/dl untuk wanita. Kadar asam urat dalam darah diharapkan stabil pada sekitar 5 mg/dl.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Peningkatan kadar asam urat dalam darah salah satunya disebabkan oleh tingginya asupan makanan yang mengandung purin. Semakin tinggi pemasukan zat purin maka produksi asam urat juga semakin meningkat. Oleh karena itu, penderita penyakit asam urat dianjurkan untuk diet rendah purin untuk mengurangi pembentukan asam urat. Kadar purin dalam makanan normal selama sehari bisa mencapai 600-1000 mg, sedangkan diet rendah purin dibatasi hanya mengandung 120-150 mg purin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Berikut jenis makanan dengan kandungan purin tinggi yang dapat meningkatkan kadar asam urat darah :</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">jeroan, seperti hati, usus, limpa, babat, paru, jantung, dan otak</span></li>
<li><span style="color:#800080;">ekstrak daging/kaldu, daging bebek, angsa, burung</span></li>
<li><span style="color:#800080;">udang, kerang, kepiting, dan cumi-cumi</span></li>
<li><span style="color:#800080;">makanan yang diawetkan seperti sarden, kornet, kaldu</span></li>
<li><span style="color:#800080;">melinjo dan olahannya seperti emping</span></li>
<li><span style="color:#800080;">kacang-kacangan yang dikeringkan beserta olahannya, seperti kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang merah kering, taoge, tempe, tahu , oncom, tauco, dan susu kedelai.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Sayuran dan buah tertentu, seperti bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, buncis, kembang kol, daun jambu mete, nanas, durian, alpukat dan air kelapa.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Minuman beralkohol, seperti bir, wiski, minuman anggur, tuak, tape, ragi, dan minuman hasil fermentasi lainnya.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Selain menghindari makanan yang mengandung purin tinggi, penderita juga harus menghindari makanan yang berlemak karena lemak cenderung menghambat pengeluaran asam urat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Penderita penyakit asam urat disarankan banyak minum air putih dan cairan jus buah karena air membantu mengeluarkan asam urat melalui urin. Makanan yang baik dan sehat untuk penderita asam urat adalah yang kadar purinnya rendah tapi harus memenuhi cukup kalori, protein, mineral dan vitamin.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Sumber karbohidrat, seperti beras/nasi, jagung, ubi jalar, dan kentang semua boleh diberikan.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Sumber protein hewani kecuali yang mengandung purin tinggi. Ikan air tawar seperti gurame, mujair dan ikan mas semua boleh dikonsumsi, ikan laut kecuali yang kandungan purinnya tinggi, daging atau ayam dan telur boleh dikonsumsi tapi dibatasi hanya 50 gr perhari.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Protein nabati seperti tempe dan tahu mengandung purin cukup tinggi, sebaiknya pengkonsumsiannya dibatasi sekitar 25-50 gr saja perhari.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Sayuran : Pare, seledri, dan takokak merupakan sayuran yang sangat baik untuk artritis termasuk gout artritis/asam urat. sayuran lain seperti wortel, sawi, labu, selada, ketimun, dan lainnya sekehendak kecuali yang mengandung purin tinggi seperti yang telah disebutkan.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Buah : Hampir semua buah-buahan baik dikonsumsi oleh penderita asam urat terutama yang mengandung air tinggi seperti semangka karena mempunyai efek diuretik yang dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urin. Buah-buahan yang lain juga dapat dikonsumsi kecuali durian, nenas, alpukat dan air kelapa karena buah-buahan tersebut di dalam usus dapat difermentasi menjadi alkohol.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Selain memperhatikan pola makan agar terhindar dari serangan akut gout, juga dapat digunakan herbal yang berkhasiat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Herbal untuk mengatasi asam urat antara lain berkhasiat sebagai antiradang, menghilangkan nyeri, meningkatkan kinerja ginjal dalam pembuangan asam urat, peluruh kemih, dan mencegah terjadinya komplikasi pada ginjal dan organ tubuh lainnya. Berikut herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan asam urat.</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#800080;">Sambiloto (Andrographis paniculata</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Akar Alang-Alang (Imperata cyllindrica)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Ceplukan (Physalis angulata)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Daun sendok (Plantago major)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Jahe merah (Zingiber officinale)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Pegagan (Centella asiatica)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Krokot (Portulaca oleracea</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Kunyit (Curcuma longa)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Mengkudu (Morinda citrifolia)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Meniran (Phyllanthus urinaria</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Rambut Jagung (Zea mays L.)</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Salam (Syzygium polyanthum)</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sumber: hembing</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=589&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2012/01/09/tulisan-softskill-makanan-sehat-untuk-asam-urat-dan-makanan-yang-dapat-menyebabkan-asam-urat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Etika Bisnis (Softskill)</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/11/09/tugas-etika-bisnis-softskill/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/11/09/tugas-etika-bisnis-softskill/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 15:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Etika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[ETIKA   Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=585&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#993366;"><strong>ETIKA</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>Etika</em> berasal dari dari kata Yunani <em>‘Ethos’</em> (jamak – <em>ta etha</em>), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Etika dalam Kehidupan Sehari – Hari</strong></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.Contoh dari etika yang dilakukan sehari-hari yaitu menghindari perkataan kasar dan ucapan yang dapat menyakitkan perasaan seseorang dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain, karena hal tersebut dapat mengundang permusuhan dan juga bersikap ramah terhadap orang yang lebih tua dari kita.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Etika Dalam Berbisnis </strong></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara – cara untuk melakukan kegiatan bisnis ,yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri, dan juga masyarakat. kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Contoh etika bisnis di suatu perusahaan adalah membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi diperlukan suatu landasan yang kokoh, biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten konsekuen.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Teori Etika</strong></span></li>
</ul>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Etika Teleologi</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Berasal dari kata Yunani,  <em>telos = tujuan,  </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><strong>Dua aliran etika teleologi :</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Egoisme Etis</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi <em>hedonistis, </em>yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.<em> </em></span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="2">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Utilitarianisme</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Berasal dari bahasa latin <strong><em>utilis </em></strong>yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Utilitarianisme, teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :</span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><span style="color:#993366;">Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)</span></li>
<li><span style="color:#993366;">Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar  bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan. Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.</span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="2">
<li><span style="color:#993366;"><strong>Deontologi</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘<strong><em>deon</em></strong>’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;">Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban</span></li>
<li><span style="color:#993366;">Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik</span></li>
<li><span style="color:#993366;">Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yg berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Perintah Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu merupakan hal yg diinginkan dan dikehendaki oleh orang tersebut..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tersebut atau tidak.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=585&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/11/09/tugas-etika-bisnis-softskill/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMPUTER LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN &#8211; KLIRING</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/13/komputer-lembaga-keuangan-perbankan-kliring/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/13/komputer-lembaga-keuangan-perbankan-kliring/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 10:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer Lembaga Keuangan Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[KLIRING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[KOMPUTER LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN MURDIANA UTAMI &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11 KLIRING Kliring adalah sarana perhitungan warkat antar bank yang dilaksanakan oleh bank penyelenggara kliring guna memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Proses perhitungan hak dan kewajiban antar bank yang dilaksanakan oleh bank indonesia atau bank yang ditunjuk pada wilayah tertentu. Sedangkan Kliring antar bank adalah pertukaran warkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=579&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">KOMPUTER LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">MURDIANA UTAMI &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;"><strong>KLIRING</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Kliring adalah sarana perhitungan warkat antar bank yang dilaksanakan oleh bank penyelenggara kliring guna memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Proses perhitungan hak dan kewajiban antar bank yang dilaksanakan oleh bank indonesia atau bank yang ditunjuk pada wilayah tertentu. Sedangkan Kliring antar bank adalah pertukaran warkat ( cek, bilyet giro, nota kredit, nota debit) antar bank yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Kliring diatur oleh Bank Indonesia baik waktu dan tempat pelaksanaan. Sedangkan peserta Kliring adalah bank umum dalam wilayah kliring.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Sejak tanggal 29 juli 2005, Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia mengimplementasikan sistem kliring nasional (SKN) sebagai sistem yang digunakan sebagai penyelenggaraan kliring secara nasional. Sistem ini akan menggantikan sistem kliring seperti : Sistem Sentralisasi Kliring Elektronik (SSKE), sistem otomasi kliring lokal, sistem semi otomasi kliring lokal dan kliring lokal. Sehingga pada akhirnya seluruh wilayah kliring hanya akan terdapat satu sistem yang seragam yaitu sistem kliring nasional (SKN). Sistem kliringsebelumnya (SSKE, SOKL, SSOKL, Kliring Manual) dimana kliring debet dan kredit dilaksanakan bersamaan secara paperbased.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Saat ini di Indonesia terdapat 105 penyelenggara kliring lokal, baik yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia maupun pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. Transaksi yang dapat diproses  melalui sistem kliring meliputi transfer debet dan transfer kredit yang disertai dengan pertukaran fisik warkat, baik warkat debet (cek, bilyet giro, nota debet dan lain-lain) maupun  warkat kredit. Khusus  untuk transfer kredit, nilai transaksi yang dapat diproses melalui kliring dibatasi dibawah Rp100.000.000,00 sedangkan untuk nilai transaksi Rp100.000.000,00 ke atas harus dilakukan melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI- RTGS).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Pada SKN, pembagian jenis kliring berdasarkan Nominal ( nominal kecil dan nominal besar ) ditiadakan. Penyelenggaraan kliring pada SKN Ddibedakan berdasarkan jenis transaksinya, yaitu :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#888888;">Kliring kredit      (CN) yang bersifat paperless (tanpa fisik kertas warkat).      Kliring kredit mempunyai 2 siklus per hari</span></li>
<li><span style="color:#888888;">Kliring debet yang      bersifat paperbase (fisik kertas warkat), efektif saldo kliring 1 (satu)      hari kerja dan 2 (dua) hari kerja (jakarta dan surabaya). Dan      untuk kliring debet mempunyai 1 siklus per hari.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Dalam   melaksanakan   kegiatan   kliring   tersebut,   digunakan   4      (empat)   jenis   system yang berbeda yaitu :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#888888;">Sistem      Kliring Elektronik atau dikenal dengan SKEJ, digunakan di Jakarta;</span></li>
<li><span style="color:#888888;">Sistem      Kliring Otomasi, digunakan di Surabaya, Medan dan Bandung;</span></li>
<li><span style="color:#888888;">Sistem       Semi   Otomasi   Kliring   Lokal        atau  dikenal   dengan  SOKL,        digunakan   di   33 wilayah kliring yang diselenggarakan      oleh Bank Indonesia dan 37 wilayah kliring lainnya yang diselenggarakan      oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.</span></li>
<li><span style="color:#888888;">Sistem      Manual (di 31 penyelenggara Non-BI).</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;"><strong>CN KELUAR (CN OUTWARD)</strong><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">SKN outward CN atau pengiriman CN keluar adalah suatu proses pengiriman uang antar bank (baik untuk kepentingan sendiri atau kepentingan nasabah) yang diselenggarakan oleh bank indonesia, yang bersifat paperless dan mencakup wilayah nasional. Sistem BI-RTGS diperuntukan bagi pengiriman uang dengan nominal ≥ Rp. 100.000.000,00 atau lebih, sedangkan pengiriman uang dengan sistem kliring nasional diperuntukan bagi nominal &lt;&gt;<strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;"><strong>Jenis Kliring</strong></span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="color:#888888;">Kliring Manual</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Yaitu perhitungan utang piutang di antara bank peserta kliring lokal dengan cara saling menyerahkan warkat kliring untuk memperluas lalu lintas pembayaran secara giral (<em>noncash</em>).</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="color:#888888;">Kliring Elektronik</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Yaitu kliring lokal yang dalam perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring berdasarkan data elektronik yang disertai dengan penyerahan warkat bank peserta kliring kepada penyelenggara kliring (Bank Indonesia) untuk diteruskan kepada bank penerima.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;"><strong>Hasil Perhitungan Kliring</strong></span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="color:#888888;"><em>Kalah Kliring</em> : Jika transfer masuk dan tagihan cek/bg bank lain atau nota debet keluar lebih kecil dari transfer keluar dan tagihan cek/bg bank sendiri atau nota debet masuk (aset bank ybs bertambah).</span></li>
<li><span style="color:#888888;"><em>Menang Kliring </em>: Jika transfer masuk dan tagihan cek/bg bank lain atau nota debet keluar lebih besar dari transfer keluar dan tagihan cek/bg bank sendiri</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;"><strong>TUJUAN DAN MANFAAT</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">Tujuan diterapkannya SKNBI pada penyelenggaraan kliring di Indonesia adalah untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran ritel serta memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring. Adapun manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya SKNBI adalah sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="color:#888888;">Bagi Bank Indonesia</span></li>
</ul>
<ol>
<li><span style="color:#888888;">Efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal :</span></li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#888888;">operasional kliring dengan ditiadakannya fisik warkat kredit;</span></li>
<li><span style="color:#888888;">maintenance aplikasi kliring dengan digunakannya sistem yang terintegrasi di seluruh wilayah kliring. </span></li>
<li><span style="color:#888888;">Tersedianya jangkauan transfer antar bank melalui kliring yang lebih luas dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit.</span></li>
<li><span style="color:#888888;">Memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS). </span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="color:#888888;">Bagi Bank</span></li>
</ul>
<ol>
<li><span style="color:#888888;">Efisiensi biaya orasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi warkat kredit.</span></li>
<li><span style="color:#888888;">Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=579&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/13/komputer-lembaga-keuangan-perbankan-kliring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMPUTER LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN &#8211; DANA PIHAK KETIGA</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/13/komputer-lembaga-keuangan-perbankan-dana-pihak-ketiga/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/13/komputer-lembaga-keuangan-perbankan-dana-pihak-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 10:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer Lembaga Keuangan Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[DANA PIHAK KETIGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[KOMPUTER LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN MURDIANA UTAMI – 10208861 – 3EA11 DANA PIHAK KETIGA Dana pihak ketiga adalah dana yang diperoleh dari masyarakat, dalam arti masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah, rumah tangga, koperasi, yayasan, dan lain-lain baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing. Pada sebagian besar atau setiap bank, dana masyarakat ini merupakan dana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=576&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">KOMPUTER LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">MURDIANA UTAMI – 10208861 – 3EA11</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>DANA PIHAK KETIGA</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong>Dana pihak ketiga adalah dana yang diperoleh dari masyarakat, dalam arti masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah, rumah tangga, koperasi, yayasan, dan lain-lain baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing. Pada sebagian besar atau setiap bank, dana masyarakat ini merupakan dana terbesar yang dimiliki oleh bank. Hal ini sesuai dengan fungsi bank sebagai pennghimpun dana dari masyarakat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Jenis-Jenis Dana Pihak ketiga</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span><strong><span style="color:#008000;">Tabungan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Tabungan adalah simpanan pihak ketiga dalam bentuk rupiah maupun valuta asing pada bank, yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut system tertentu dari masing-masing bank penerbit. Tabungan merupakan sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> </span><strong><span style="color:#008000;"> Giro</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Giro adalah simpanan masyarakat baik dalam bentuk rupiah atau valuta asing pada bank yang transaksinya (penarikan dan penyetoran) dapat dilakukan setiap saat dengan sarana bayar yang menggunakan cek, bilyet giro, kartu ATM atau dengan cara pemindah bukuan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bentuk pembayaran giro “mirip” dengan Cek Tunai dan seringkali terjadi kerancuan dalam menghadapi pencatatannya.  Secara Prinsip Giro dan Cek Tunai Berbeda, walaupun terdapat kesamaan atas permasalahan yang bisa ditimbulkannya yaitu : Saldo Bank Kosong saat dilakukan kliring. Dalam Giro terdapat masa jatuh tempo yang harus diperhatikan sekali oleh penerima Giro, sebab sebelum terjadinya tanggal jatuh tempo nilai nominal Giro belum bisa diuangkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> </span><strong><span style="color:#008000;">Deposito</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Deposito<strong> </strong>adalah sejenis jasa </span><a title="Tabungan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan"><span style="color:#ff0000;">tabungan</span></a><span style="color:#ff0000;"> yang biasa ditawarkan oleh </span><a title="Bank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank"><span style="color:#ff0000;">bank</span></a><span style="color:#ff0000;"> kepada masyarakat. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. </span><a title="Bunga (ekonomi) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bunga_%28ekonomi%29&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#ff0000;">Bunga</span></a><span style="color:#ff0000;"> deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Jenis-jenis deposito :</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Deposito Berjangka</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Deposito Berjangka adalah simpanan pihak ketiga dalam rupiah maupun valuta asing, yang diterbitkan atas nama nasabah kepada bank dan penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. Simpanan berjangka termasuk deposit on call yang jangka waktunya relative lebih singkat dan dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pemberitahuan sebelumnya.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Sertifikat Deposito</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Sertifikat deposito sering disingkat dengan CD negotiable Certificate of Deposits adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan, yang juga merupakan surat pengakuan hutang dari bank dan lembaga keuangan bukan bank yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Deposit On Call</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Deposit On Call adalah simpanan atas nama (atau pihak ketiga bukan bank) dalam jumlah Deposit on call yang besar. Penarikannya hanya dapat dilakukan dengan pemberitahuan sebelumnya. Pemberitahuan nasabah kepada bank untuk penarikan tersebut dilakukan, misalnya dalam jangka waktu sehari, tiga hari, seminggu, atau jangka waktu lainnya yang disepakati oleh nasabah dan bank yang bersangkutan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=576&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/13/komputer-lembaga-keuangan-perbankan-dana-pihak-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHASA INDONESIA 2 &#8211; TULISAN ILMIAH</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-tulisan-ilmiah/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-tulisan-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 07:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia 2]]></category>
		<category><![CDATA[TULISAN ILMIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[BAHASA INDONESIA 2 Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11 TULISAN ILMIAH Mengenal Karya Tulis Ilmiah Populer Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Sebagai sebuah proses transfer ilmu dan informasi, semakin hari aktivitas menulis semakin urgen untuk ditekuni. Akademisi syar`i yang memiliki orientasi dakwah danindzar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=572&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>BAHASA INDONESIA 2</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>TULISAN ILMIAH</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Mengenal Karya Tulis Ilmiah Populer</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Sebagai sebuah proses transfer ilmu dan informasi, semakin hari aktivitas menulis semakin urgen untuk ditekuni. Akademisi syar`i yang memiliki orientasi dakwah dan<em>indzar </em>umat, semestinya menyadari betapa dakwah bil qalam tidak kalah efektif –kalau tidak mau dibilang lebih— dibandingkan dakwah oral dalam bentuk ceramah dan khutbah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Ada banyak jenis tulisan yang dapat dinikmati di zaman sekarang. Kecanggihan teknologi telah mewujudkan hal-hal yang dulu hanya menjadi khayalan para pendahulu kita. Hari ini, kumpulan karya tulis dapat dinikmati dengan mudah. Dari Koran, majalah, jurnal ilmiah, buku-buku fiksi, hingga internet yang secara cuma-cuma mengobral informasi dan ilmu dari dunia maya. Perkembangan dunia tulis menulis demikian pesatnya. Bentuk karya tulis semakin berwarna dan beragam. Tapi hakikatnya, karya tulis terbagi kepada dua pembagian besar: fiksi dan non-fiksi. Satu diantara jenis tulisan non-fiksi yang banyak kita temukan adalah karya tulis ilmiah populer. Tulisan berikut akan berbicara seputar jenis tulisan ini secara sederhana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Mencari Definisi Tulisan Ilmiah Populer</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Untuk memahami jenis tulisan ilmiah populer secara lebih dekat, akan lebih baik bila dilakukan terlebih dahulu pengkajian terhadap pengertian kata: tulisan, ilmiah, dan populer itu sendiri. Dari sana semoga akan ditemukan makna yang utuh tentang jenis tulisan ini. Berikut  pemaparan ringkas dari ketiga elemen itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Tulisan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Tulisan, menurut Dr. Slamet Suseno, adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut penulis. Ia bukan pengarang. Sebab ia memang hanya mengkompilasikan (meringkas dan menggabungkan menjadi satu) pelbagai bahan informasi sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah cerita baru lagi yang lebih utuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ilmiah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Ilmiah berarti bersifat ilmu, atau memnuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Karya ilmiah adalah suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Artinya, karya ilmiah menggunakan metode ilmiah dalam membahas permasalahan, menyajikan kajiannya dengan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang lain seperti objektif, logis, empiris (berdasarkan fakta), sistematis, lugas, jelas, dan konsisten. Pada mulanya karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasarkan atas penelitian ilmiah. Namun belakangan mulai berkembang suatu paradigma baru bahwa suatu karya tulis ilmiah tidak harus didasarkan atas penelitaian ilmiah saja, melaikan juga suatu kajian terhadap suatu masalah yang dianalisis oleh ahlinya secara professional.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Contoh dari karya tulis ilmiah seperti definisi di atas adalah makalah (paper), artikel ilmiah, Skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain. Defenisi ilmiah ini sendiri akan mengalami reduksi (pengurangan) makna bila kelak digandengkan dengan kata populer.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Populer</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa Populer berarti dikenal dan disukai orang banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Setelah pemaparan singkat ini, kiranya kita dapat menarik kesimpulan –yang semoga komprehensif—tentang apa yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah populer. Seperti yang kita katakan di atas, bahwa secara otomatis akan ada proses reduksi makna ilmiah dari makna aslinya ketika digandengkan dengan kata populer. Bila karya ilmiah di satu sisi kita sebut adalah <em>nash</em> umum, maka kata-kata populer adalah <em>takhsish</em>nya. Maka karya tulis ilmiah populer adalah <strong><em>karya tulis yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi ditampilkan dengan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam</em></strong><em>.</em> Dengan pengertian seperti ini, benar bila dikatakan bahwa ilmiah populer adalah sarana komunikasi antara ilmu dengan masyarakat awam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bila ingin ditambahkan dengan penjelasan kata <em>tulisan</em> di awal tadi, maka dapat kita katakan bahwa karya tulis ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur, mengutip, dan meramu informasi dari berbagai tulisan orang lain, daripada menulis murni gagasan, pendapat, dan pernyataan sendiri. Artinya, karya tulis ilmiah –mengutip pendapat Soeseno—lebih cocok disebut sebagi tulisan ketimbang karangan. Satu hal yang pasti, meski melangalami reduksi, kata-kata ilmiah tetap menggambarkan pertanggungjawaban penulisnya secara ilmiah dengan pencantuman sumber rujukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Perbedaan Antara Tulisan Ilmiah Populer dengan Tulisan Ilmiah Murni</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Dapat disimpulkan bahwa beda antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dll) sesungguhnya terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Artikel Media Massa</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Artikel yang banyak dimuat di media massa, dari satu sisi merupakan karya tulis ilmiah populer. Sekalipun bersifat opini (gagasan murni), biasanya penulis artikel berangkat dari sejumlah referensi, entah itu kepustakaan atau hasil wawancara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">M. Arief Hakim membagi artikel dari segi proses penggarapannya kepada dua model: <em>pertama, </em>artikel yang digarap dengan cara refleksi murni dari penulisnya, tanpa bantuan referensi, pustaka, dan rujukan ilmiah lain. <em>Kedua, </em>artikel yang dibikin dengan bantuan referensi, pustaka, dan rujukan ilmiah tertentu. Model kedua inilah yang lazim. Arief Hakim mengatakan: &#8216;Artikel kebanyakan punya karakter `ilmiah` yang kental&#8217;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Tulisan opini di media massa lazimnya adalah tulisan ilmiah populer. Karena para kolumnis media massa rata-rata adalah para pakar dan pengamat yang melakukan pengkajian mendalam terhadap masalah yang dibahasnya. Seperti dipaparkan sebelumnya, karya tulis ilmiah populer dalam arti yang sempit adalah derivasi (turunan) tulisan ilmiah yang dipopulerkan. Sehingga ia bisa berasal dari mempopulerkan tulisan ilmiah murni, atau bisa juga bisa berasal dari penulisan opini yang dibuat secara objektif dan mendalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Membuat Karya Tulis Ilmiah Populer</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Secara umum, sekurang-kurangnya ada tiga proses menulis yang ditawarkan oleh David Nunan, yakni:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">tahap pra-penulisan</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">tahap penulisan</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">tahap perbaikan (editing)</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Dalam prakteknya proses ini akan menjadi empat tahap, yaitu:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">tahap persiapan (pra-penulisan)</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">tahap inkubasi</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">tahap iluminasi</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">tahap verifikasi/evaluasi</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Hampir semua proses menulis (esai, opini/artikel, karya ilmiah, artistic, dan lain-lain) melalui keempat tahap ini. Berikut paparan keempat fase ini:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;"><em>Pertama</em>, tahap persiapan atau prapenulisan adalah ketika penulis menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan diproses selanjutnya.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><em>Kedua</em>, tahap inkubasi adalah ketika pembelajar memproses informasi yang dimilikinya sedemikian rupa, sehingga mengantarkannya pada ditemukannya pemecahan masalah atau jalan keluar yang dicarinya. Proses inkubasi ini analog dengan ayam yang mengerami telurnya sampai telur menetas menjadi anak ayam.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><em>Ketiga,</em> tahap iluminasi adalah ketika datangnya inspirasi atau <em>insight,</em> yaitu gagasan datang seakan-akan tiba-tiba dan berloncatan dari pikiran kita. Pada saat ini, apa yang telah lama kita pikirkan menemukan pemecahan masalah atau jalan keluar. Iluminasi tidak mengenal tempat atau waktu. Ia bisa datang ketika kita duduk di kursi, sedang mengendarai mobil, sedang berbelanja di pasar atau di supermarket, sedang makan, sedang mandi, dan lain-lain. Jika hal-hal itu terjadi, sebaiknya gagasan yang muncul dan amat dinantikan itu segera dicatat, jangan dibiarkan hilang kembali sebab momentum itu biasanya tidak berlangsung lama. Agar gagasan tidak menguap begitu saja, seorang pembelajar menulis yang baik selalu menyediakan ballpoint atau pensil dan kertas di dekatnya, bahkan dalam tasnya ke mana pun ia pergi.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><em>Keempat, </em>tahap terakhir yaitu verifikasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Beberapa Catatan Penting yang Perlu Diperhatikan Dalam Penulisan Karya tulis Ilmiah Populer</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">1.    Dalam konsep<strong> </strong>penulisan<strong> </strong>hard news (berita singkat) ada sistem yang disebut alur piramida terbalik, yang berarti dimulai dari informasi yang terpenting sampai ke detail yang kurang penting. Keuntungannya, pembaca cepat mendapat informasi utama. Untuk sebuah karya ilmiah seperti ilmiah populer, model ini kurang tepat untuk digunakan. Sebab terkesan membosankan. Hal yang terpenting sudah diketahui di awal, pembaca merasa sudah cukup dengan paragraf-paragraf awal. Tidak ada unsur menggelitik rasa ingin tahu lebih lanjut. Walau tidak salah, sistem penulisan seperti ini akan mengurangi daya tarik sebuah karya tulis ilmiah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">2.    Tentukan secara pasti, Kepada siapa anda menyajikan tulisan anda, media apa yang anda pilih (internet, televisi, koran, majalah, radio, dsb), gaya penulisan apa yang paling tepat, serta kira-kira berapa lama pembaca meluangkan waktu untuk membaca tulisan anda. Walau factor-faktor ini lazim digunakan untuk semua jenis karya tulis, tapi untuk penulisan ilmiah populer ia menjadi lebih urgen. Karena sekali lagi, sesungguhnya ilmiah populer adalah papan yang menjembatani antara ilmu dengan masyarakat umum. Sehingga pemilihan kata, pertimbangan segmen tulisan, termasuk kemungkinan waktu pembaca amat penting dipertimbangkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">3.    Kecerdasan menentukan topik bahasan akan sangat berpengaruh kepada menarik atau tidaknya hasil karya tulis. Ada beberapa kiat untuk menarik minat pembaca terhadap sebuah tulisan seperti ilmiah populer, di antaranya:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Kaitkan dengan kondisi actual</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Kaitkan dengan aktivitas sehari-hari</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Perkenalkan ilmu atau temuan baru</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Bahas permasalahan dengan sudut pandang yang baru, atau berbeda dengan bahasan-bahasan topik sejenis.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=572&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-tulisan-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHASA INDONESIA 2 &#8211; KARANGAN ILMIAH</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 06:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia 2]]></category>
		<category><![CDATA[KARANGAN ILMIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[BAHASA INDONESIA 2 Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11 &#160; KARANGAN ILMIAH A. Pengertian karangan ilmiah “Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya “ (Eko Susilo, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=569&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>BAHASA INDONESIA 2</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>KARANGAN ILMIAH</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#ff0000;"><strong>A. </strong><strong>Pengertian karangan ilmiah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">“Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya “ (<em>Eko Susilo, M. 1995:11).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Tujuan karangan ilmiah, antara lain: memberi penjelasan, memberi komentar atau penilaian, memberi saran, menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Jenis karangan ilmiah, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi keempat-empatnya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran. Perbedaannya hanya terletak pada kekompleksannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>B. </strong><strong>Ciri-ciri Karangan ilmiah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:<strong> </strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Kejelasan : Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Kelogisan : Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Kelugasan : Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Keobjektifan : Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Keseksamaan : Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Kesistematisan : Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Ketuntasan : Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>C. </strong><strong>Syarat Karangan Ilmiah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">penulisannya berdasarkan hasil penelitian;</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta;</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">karangan itu mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya;</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu;</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir (dihindarkan dari penggunaan bahasa yang maknanya bersifat konotasi/ambigu).</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">masalah yang diteliti</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">metode penelitian</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">teknik penulisan karangan ilmiah</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">penguasaan bahasa yang baik</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>D. </strong><strong>Bentuk Karangan Ilmiah</strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Makalah</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Makalah ialah karya tulis ilmiah yang menyajikan masalah atau topik dan dibahas berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif. Jumlah halaman untuk makalan minimal 10 halaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>Ada dua macam makalah atau kertas kerja:</em></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Makalah riset/makalah referensi/makalah perpustakaan</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Riset praktis adalah KTI yang ditulis dengan mencari informasi-informasi yang telah terekam dari mana saja, lalu diolah kembali dengan analisis, sintesis dan interpretasi yang baru.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Riset orijinal atau asli adalah KTI yang membangun pengetahuan baru dan menjadi informasi baru bagi setiap orang dengan telah mengadakan riset praktis terlebih dahulu, yang kemudian diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan. Ada dua macam riset asli menurut pendekatannya, yaitu yang berpendekatan kuantitatif dan kualitatif.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em> Riset asli dengan </em><em>pendekatan kuantitatif </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Ditulis menurut pendekatan deduktif-induktif. Artinya secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara atau hipotesis setelah didukung dengan penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan kajian pustaka. Dugaan sementara itu melibatkan variable-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji dengan empiris dengan bantuam prosedur statistik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em> </em><em>Riset asli </em><em>dengan</em><em> berpendekatan kualitatif </em><em> </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Digunakan terutama untuk memahami persoalan sosial atau persoalan yang dihadapi umat manusia dengan membangun sebuah gambaran keadaan dengan kompleks dan holistik dalam bentuk cerita. Di dalam cerita itu pandangan responden dilaporkan dengan rinci, demikian pula dengan latar alamiah tempat data diperoleh. KTI riset kualitatif dikembangkan secara induktif. Pandangan responden menjadi komponen yang sangat dominan dalam substansi KTI riset kualitatif. Hal ini berbeda dari substansi KTI riset kuantitatif yang dicetuskan dari identifikasi dan rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Makalah kritis.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Dalam kajian ilmiah, kritis berarti tindakan untuk membuat keputusan yang dapat memilah-milahkan, menilai, atau membuat interpretasi tentang kejadian atau sebuah karya dalam dunia seni, sastra, filsafat, sosial, sains dan sebagainya. Tidak jarang makalah kritis adalah makalah yang kontroversial karena makalah kritis itu memberi evaluasi atas sebuah karya. Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima evaluasi yang kurang menyenangkan. Untuk menghindari kontroversi yang tak sehat, penulis perlu jujur secara intelektual; menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional; tidak menyampaikan informasi yang hanya benar sebagian, dan menjaga jalan pikiran dengan teratur.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Kertas kerja</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Kertas kerja ialah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif.   Jumlah halaman untuk kertas kerja minimal 40 halaman.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Skripsi </span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Skripsi ialah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain (karya ilmiah S I). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana. Langsung (observasi lapangan) skripsi tidak langsung (studi kepustakaan).<strong> </strong>Jumlah halaman untuk skripsi minimal 60 halaman</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Tesis</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Tesis ialah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam daripada skripsi (karya ilmiah S II). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister. Jumlah halaman untuk Tesis minimal 80 halaman</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Disertasi </span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Disertasi ialah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S III). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar doktor. Jumlah halaman untuk Disertasi minimal 250 halaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> </span><span style="color:#ff0000;"><strong>E. </strong><strong>Ragam Ilmiah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bahasa ragam ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokkan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan sesuai dengan sifat keilmuannya. Dalam penggunaanya, ragam ilmiah harus memenuhi syarat diantaranya benar (sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku), logis, cermat dan sistematis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Adapun ciri-ciri yang terlihat pada ragam ilmiah, antara lain, seperti berikut ini:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Pertama, baku. Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku, baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata istilah dan penulisan yang sesuai dengan kaidah ejaan.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Kedua, logis. Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Ketiga, kuantitatif. Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti. <em></em></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Keempat, tepat. Ide yang diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh pemutus atau penulis dan tidak mengandung makna ganda. <em></em></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Kelima, denotatif yang berlawanan dengan konotatif. Kata yang digunakan atau dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak diperhatikan perasaan karena sifat ilmu yang objektif.<em></em></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Keenam, runtun. Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya, baik dalam kalimat maupun dalam alinea atau paragraf adalah seperangkat kalimat yang mengemban satu ide atau satu pokok bahasan.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>F. </strong><strong>Perbedaan makalah</strong><strong> dan </strong><strong>kertas kerja</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Makalah sebenarnya sama dengan kertas kerja. Perbedaannya adalah kertas kerja itu dikerjakan dengan lebih serius dibanding makalah, dan disampaikan di forum-forum ilmiah maupun praktisi yang lebih besar. Makalah lebih banyak ditulis oleh siswa dan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Biasanya makalah atau kertas kerja ditulis setebal 15 halaman, walaupun ada juga makalah yang setebal 30 halaman. <em>Artikel ilmiah adalah makalah atau kertas kerja yang dipublikasikan di jurnal.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em></em></span><span style="color:#ff0000;"><strong>G. </strong><strong>Perbedaan </strong><strong>Skripsi, Tesis dan Disertasi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Skripsi, tesis dan disertasi adalah KTI dalam suatu bidang studi yang masing-masing ditulis oleh mahasiswa program S1, S2 dan S3. Perbedaan ketiganya secara relatif disebabkan oleh kedalaman, keluasan, dan sifat temuan yang lebih asli atau kurang asli, serta kekritisan dalam membahas pendapat orang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Temuan pada disertasi dituntut lebih asli dibanding temuan pada tesis dan skripsi. Demikian pula, temuan pada tesis diharapkan lebih asli dibanding temuan pada skripsi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Disertasi dituntut untuk sangat kritis dalam membahas temuan-temuan atau teori-teori yang lain, dan dapat secara tegas menunjukkan posisinya ketika membahas dan mengevaluasi temuan-temuan lain sebelumnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Disertasi itu biasanya wajib mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dan dengan analisis yang terinci.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>H. </strong><strong>Persamaan s</strong><strong>kripsi, tesis dan disertasi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Skripsi, tesis dan disertasi adalah KTI yang merupakan riset asli. Skripsi, tesis dan disertasi ditulis dengan terlebih dahulu melakukan riset praktis atau kajian kepustakaan. Karena ketiganya merupakan laporan penelitian lapangan dengan cara mengumpulkan data empiris dari lapangan, ketiganya juga merupakan KTI riset asli.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>i. </strong><strong>Perbedaan Skripsi, tesis dan disertasi dengan makalah dan kertas kerja</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Skripsi, tesis dan disertasi berbeda dari makalah biasa karena ketiganya perlu dipertahankan di hadapan dewan penguji, dan penulisannya mendapatkan pembimbingan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=569&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHASA INDONESIA 2 &#8211; SILOGISME</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-silogisme/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-silogisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 06:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia 2]]></category>
		<category><![CDATA[SILOGISME]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[BAHASA INDONESIA 2 Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11 &#160; SILOGISME Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Silogisme terdiri dari ; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif. a. Silogisme Katagorik Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=566&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">BAHASA INDONESIA 2</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">Murdiana Utami &#8211; 10208861 &#8211; 3EA11</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>SILOGISME</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Silogisme terdiri dari ; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong> </strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"><strong>a. </strong><strong>Silogisme Katagorik</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Contoh :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua Tanaman membutuhkan ai  (premis mayor)….M…..P</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Akasia adalah Tanaman (premis minor)….S…..M</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Akasiamembutuhkan air (konklusi) ….S…..P</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">(S = Subjek, P = Predikat, dan M = Middle term)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Hukum-hukum Silogisme Katagorik</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus partikular juga, seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua yang halal dimakan menyehatkan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebagian makanan tidak menyehatkan,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">(Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal dimakan).</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua korupsi tidak disenangi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebagian pejabat adalah korupsi, jadi</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebagian pejabat tidak disenangi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">(Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Beberapa politikus tidak jujur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Banyak cendekiawan adalah politikus, jadi:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Banyak cendekiawan tidak jujur.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Dari dua premis yang sama-sama negatit, lidak men kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantai ya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kerbau bukan bunga mawar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kucing bukan bunga mawar….. (Tidak ada kesimpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukk Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunju Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak ten menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua ikan berdarah dingin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Binatang ini berdarah dingin</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi: Binatang ini adalah ikan. (Padahal bisa juga binatang melata)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan lenjadi salah, seperti</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kerbau adalah binatang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kambing bukan kerbau.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi: Kambing bukan binatang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">(‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis adalah positif)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis layor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna mda kesimpulan menjadi lain, seperti:</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bulan itu bersinar di langit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Januari adalah bulan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi : Januari bersinar di langit. (Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor berarti planet yang mengelilingi bumi).</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, preidkat, dan term menengah ( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan komklsinya.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Absah dan Benar</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dalam membicarakan silogisme mengenal dua istilah yaitu absah dan benar.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Absah (valid) berkaitan dengan prosedur penyimpi apakah pengambilan konklusi sesuai dengan patokan atau tidak. Dikatakan valid apabila sesuai dengan patokan di atas dan dan tidak valid bila sebaliknya.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Benar berkaitan dengan proposisi dalam silogisme itu, 2 didukung atau sesuai dengan fakta atau tidak. Bila sesuai fakta, proposisi itu benar, bila tidak ia salah.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Keabsahan dan kebenaran dalam silogisme merupakan satuan yang tidak bisa dipisahkan, untuk mendapatkan yang sah dan benar. Hanya konklusi dari premis yang benar prosedur yang sah konklusi itu dapat diakui. Mengapa demikian Karena bisa terjadi: dari premis salah dan prosedur valid menghasilkan konklusi yang benar, demikian juga dari premis salah dan prosedur invalid dihasilkan konklusi benar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Variasi-variasinya adalah sebagai berikut:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Prosedur valid, premis salah dan konklusi benar.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua yang baik itu haram. (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua yang memabukkan itu baik. (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi: Semua yang memabukkan itu haram. (benar)</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Prosedur invalid (tak sah) premis benar konklusi salah</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Plato adalah filosof. (benar)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Aristoteles bukan Plato. (benar)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi: Aristoteles bukan filosof (salah)</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Prosedur invalid, premis salah konklusi benar.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebagian politikus adalah tetumbuhan. (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebagian manusia adalah tetumbuhan. (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi: Sebagian manusia adalah politikus (benar)</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Prosedur valid premis salah dan konklusi salah.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semua yang keras tidak berguna. (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Adonan roti adalah keras. (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi: Adonan roti tidak berguna (salah)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>b. Silogisme Hipotetik</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti :</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jika hujan, saya naik becak. Sekarang hujan. Jadi saya naik becak.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bila hujan, bumi akan basah. Sekarang bumi telah basah. Jadi hujan telah turun.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Hukum-hukum Silogisme Hipotetik</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)</span></li>
<li><span style="color:#008000;">Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan berikut :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi Nah, peperangan terjadi. Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana) Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi Nah, peperangan terjadi. Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah). Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;"><strong>a. </strong><strong>Silogisme Disyungtif</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.<strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti :</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la lulus atau tidak lulus.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ternyata ia lulus, jadi</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la bukan tidak lulus.<strong> </strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Hasan di rumah atau di pasar. Ternyata tidak di rumah. Jadi di pasar.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:</span><br />
<span style="color:#008000;"> Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti:</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la berada di luar atau di dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ternyata tidak berada di luar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia berada di dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ia berada di luar atau di dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">temyata tidak berada di dalam. Jadi ia berada di luar.</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti:</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Budi di masjid atau di sekolah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la berada di masjid.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia tidak berada di sekolah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Budi di masjid atau di sekolah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la berada di sekolah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia tidak berada di masjid.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Hukum-hukum Silogisme Disyungtif</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid, seperti :</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Hasan berbaju putih atau tidak putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ternyata berbaju putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia bukan tidak berbaju putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Hasan berbaju putih atau tidak putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">ia tidak berbaju putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia berbaju non-putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:</span></li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Budi menjadi guru atau pelaut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la adalah guru.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi bukan pelaut</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Budi menjadi guru atau pelaut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">la adalah pelaut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi bukan guru</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#008000;">Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah), seperti:</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ternyata tidak lari ke Yogya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia lari ke Solo. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Budi menjadi guru atau pelaut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ternyata ia bukan pelaut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi ia guru. (Bisa j’adi ia seorang pedagang).</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=566&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-silogisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHASA INDONESIA 2 &#8211; Pengertian Penalaran Induktif</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-pengertian-penalaran-induktif/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-pengertian-penalaran-induktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 06:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia 2]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Penalaran Induktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[BAHASA INDONESIA 2 Murdiana Utami- 10208861 &#8211; 3EA11 &#160; Pengertian Penalaran Induktif Penalaran induktif merupakan penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain simpulan yang diperoleh tidak boleh khusus dari pada pernyataan (premis). Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=563&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">BAHASA INDONESIA 2</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">Murdiana Utami- 10208861 &#8211; 3EA11</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengertian Penalaran</strong><strong> Induktif</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Penalaran induktif merupakan penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain simpulan yang diperoleh tidak boleh khusus dari pada pernyataan (premis). Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Beberapa bentuk penalaran induktif adalah sebagai berikut :</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Generalisasi adalah proses yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapat simpulan yang bersifat umum.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Contoh :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Jika dipanaskan besi memuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Jika dipanaskan, tembaga memuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Jika dipanaskan emas memuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Jadi, jika dipanaskan logam memuai.</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Analogi adalah cara penarikan penalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Contoh :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Nina adalah lulusan akademi A.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Ali adalah lulusan akademi A</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Oleh sebab itu Ali dapat menjelaskan tugasnya dengan baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala yang saling berhubungan.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Contoh : <em>Tombol ditekan akibatnya bel berbunyi.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/563/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=563&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-pengertian-penalaran-induktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHASA INDONESIA 2 &#8211; PENALARAN DEDUKTIF</title>
		<link>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-penalaran-deduktif/</link>
		<comments>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-penalaran-deduktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 05:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iyor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia 2]]></category>
		<category><![CDATA[PENALARAN DEDUKTIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iyor.wordpress.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[PENALARAN DEDUKTIF Pengertian Penalaran  Deduktif Penalaran adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat kesimpulan yg dapat diambil. Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=560&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>PENALARAN DEDUKTIF </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>Pengertian Penalaran  Deduktif</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Penalaran adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat kesimpulan yg dapat diambil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum dari pada proposi tempat menarik simpulan itu. Proposi tempat merarik simpulan itu disebut premis. Atau dapat juga di artikan penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu <em>peristiwa umum</em>, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan <em>baru yang bersifat lebih khusus</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>Macam-macam penarikan kesimpulan secara deduktif</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula dilakukan secara tidak langsung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"> </span><span style="color:#800080;"><strong>1. </strong><strong>Menarik Simpulan secara Langsung</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis dosebut simpulan tak langsung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Misalnya :</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Semua S adalah P. (premis)</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sebagian P adalah S. (simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua ikan berdarah dingin. (premis)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sebagian yang berdarah dingin adalah ikan. (simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800080;">Semua S adalah P. (premis)</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak satu pun tak-P adalah S. (simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua gajah adalah berbelai. (premis)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak satu pun gajah adalah takberbelai. (simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak satu pun yang takberbelai adalah gajah. (simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>2. </strong><strong>Menarik Simpulan secara Tidak Langsung</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Pernalaran deduksi yang berupa penarikan simpulan secara tidak langsung memrlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkjan sebuah simpulan. Premis yang pertama<strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Untuk menarik simpulan secara tidak langsung ini, kita memerlukan suatu premis (pernyataan dasar) yang bersifat pengetahuan yang semua orang sudah tahu, umpamanya setiap manusia akan mati, semua ikan berdarah dingin, semua sarjana adalah lulusan perguruan tinggi, atau semua pohon kelapa adalah serabut.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"> <strong>Beberapa jenis penalaran deduksi dengan penarikan secara tidak langsung sebagai berikut</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>1. </strong><strong>Silogisme Kategorial</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang bersifat umum disebur premis mayor dan peremis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"> Contoh:</span><br />
<span style="color:#800080;"> Semua manusia bijaksana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua polisi adalah manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, semua polisi bijaksana.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"> Untuk menghasilakan simpulan harus ada term penengah sebagai penghubung antara premis mayor dan premis minor. Term penengah pada silogisme di atas ialah manusia. Term penengah hanya terdapat pada premis, tidak terdapat pada simpulan. Kalau term penengah tidak ada, simpulan tidak dapat diambil.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"> Contoh:</span><br />
<span style="color:#800080;"> Semua manusia bijaksana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua kera bukan manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, (tidak ada simpulan)</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Aturan umum silogisme kategorial adalah sebagai berikut.</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800080;">Silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu term mayor, term minor, dan term penengah</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Silogisme terdiri atas tiga proposisi, yaitu mayor, premis minor, dan simpulan.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Dua premis yang negative tidak dapat menghasilkan simpulan.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua semut bukan ulat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak seekor ulau pun adalah manusia.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak seekor gajah pun adalah singa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua gajah berbelai</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, tidak seekor singa pun berbelai.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Dari premis yang positif, akan dihasilakn simpulan yang positif.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh: Silakan anda buat pernalaran itu.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sebagian orang jujur adalah petani.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sebagian pegawai negeri adalah orang jujur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, . . . (tidak ada simpulan)</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Bila salah satu premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sebagian pemuda adalah mahasiswa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, sebagian pemuda adalah lulusan SLTA.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Dari premis mayor yang khusus dan premis minor yang negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Beberapa manusia adalah bijaksana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tidak seekor binatang pun adalah manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, tidak ada simpulan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>2. </strong><strong>Silogisme hipotesis</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berrproposisi</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">kondisional jipotesis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Kalau premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Kalau</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jika besi dipanaskan, besi akan memuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Besi dipanaskan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, besi memuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jika besi tidak dipanaskan, besi tidak akan memuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Besi tidak dipanaskan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, besi tidak akan memuai</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>3. </strong><strong>Silogisme Alternatif</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa prtoposisi alternative.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Kalau premis minornya membenarkan salah satu alternative, simpulannya akan menolak alternative yang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Dia adalah seorang kiai atau professor.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Dia seorang kiai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, dia buk Dia adalah seorang kiai atau professor.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Dia adalah seorang kiai atau professor.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Dia bukan seorang kiai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, dia seorang professor.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong>Entimen </strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800080;"> Sebenarnya silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun dalam lisan. Akan tetapi, ada bentuk silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Contoh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Semua sarjana adalah orang cerdas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Ali adalah seorang sarjana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Jadi, Ali adalah orang cerdas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu ”Ali adalah orang cerdas karena dia adalah</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">orang sarjana”.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iyor.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iyor.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iyor.wordpress.com&amp;blog=10591264&amp;post=560&amp;subd=iyor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-penalaran-deduktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed39470e74996a05cca935047fb12aaf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iyor</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
